The Sermon On April II

Hidup dari Dalam

Pembacaan Alkitab: 2 Korintus 5:7

Hari ini kita akan belajar hal yang sangat penting sekali, yaitu hidup dari dalam.

  1. Kita manusia terdiri dari tubuh, jiwa dan roh (1 Tesalonika 5:23).

    1. Tubuh adalah bagian dari manusia yang terlihat oleh mata jasmani. Contoh: tangan, kaki, telinga, badan, dll.
    2. Jiwa adalah perasaan, akal budi, kehendak, dll.
    3. Roh adalah kemampuan untuk menyadari, mengenal Allah dan melakukan hal-hal yang rohani.
    4. Yang di dalam yaitu rohlah yang harus mengendalikan kehidupan manusia, sehingga manusia bisa memiliki hubungan yang sangat intim dan menjalankan segala sesuatu sesuai dengan kehendak Tuhan.
  2. Dosa membuat fungsi roh menjadi mati (Kejadian 3:3).
    1. Dalam ayat ini, Allah sedang berbicara tentang kematian rohani.
    2. Maka akan terjadi arus balik dari luar ke dalam.
      • Yaitu keadaan di luar akan masuk melalui penglihatan, pendengaran dan mempengaruhi pikiran / perasaan kemudian masuk lagi mempengaruhi hati sehingga roh/hati merasa tertekan/ketakutan/tergoda.
    3. Sehingga manusia tidak bisa lagi hidup secara rohani dan hanya hidup secara duniawi.
    4. Kematian rohani ini diturunkan kepada semua manusia.
  3. Allah berjanji memberikan roh yang baru kepada manusia.
    1. Melalui Yehezkiel ada nubuatan dari Allah (Yehezkiel 36:26-28).
    2. Saat Tuhan Yesus rela mati diatas kayu salib untuk menanggung dosa kita, maka janji ini digenapi.
      • Saat kita terima Yesus maka kita dilahirkan kembali dalam roh.
      • Saat kita terima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita, maka Roh Allah masuk dalam roh kita dan menghidupkan kembali roh kita serta memimpin roh kita.
      • Maka Roh kita harus senantiasa bersekutu dan taat pada pimpinan Roh Kudus.
    3. Persamaan tubuh, jiwa dan roh dengan tabernakel Musa.
  4. Kita harus hidup dari dalam.
    1. Artinya kita harus mulai hidup dengan roh kita yang dipimpin oleh Roh Kudus yang ada di dalam kita.
    2. Kalau kita hidup dari luar maka kita akan hidup diluar Allah dan menderita, tetapi kalau kita kembali hidup dari dalam, maka kita akan hidup sesuai dengan kehendak Tuhan dan mengalami banyak anugerah.
    3. Karena:
      1. Roh kitalah yang bisa memiliki hubungan dengan Roh Allah.

        1. Kita hanya bisa menyembah dan masuk hadirat Tuhan dengan roh kita (Yohanes 4:23-24).
        2. Tuhan menerangi hidup kita melalui roh kita (Amsal 20:27).
      2. Mendapat dan melakukan petunjuk yang pasti benar.
        1. Roh kudus akan mengajarkan dan mengingatkan kebenaran Firman Tuhan (Yohanes 14:26).
        2. Petunjuk dari luar bisa benar bisa salah, hanya Firman Tuhan yang tidak pernah dan tidak bisa salah (Mazmur 119:160; 2 Samuel 7:28; Yohanes 17:17).
      3. Mendapat  Damai dan Ketenangan.
        1. Saat kita percaya dengan Firman Tuhan yang diajarkan dan diingatkan oleh Roh Kudus maka kita akan mendapat damai sejahtra dan ketenangan yang sejati.
        2. Kalau kita hidup dari luar ke dalam, maka hati kita tidak akan pernah stabil, karena yang dari luar tidak ada yang stabil.
        3. Hanya kalau kita hidup dari dalam ke luar, kita bisa memiliki damai dan ketenangan yang sejati karena:
        4. Hanya Allah yang tidak pernah berubah (Ibrani 13:8).
        5. Hanya Kerajaan Allah yang tidak pernah tergoncangkan (Ibrani 12:28).
      4. Mendapat penyertaan dan pertolongan.
        1. Kalau kita lakukan kehendak dan pimpinan Roh Kudus maka kita akan disertai, diberi kekuatan, kemampuan dan pengurapan.
        2. Tuhan tidak memberi pengurapan untuk hal-hal yang diluar kehendak Tuhan.
      5. Mengalami mujizat-mujizat.
        1. Kalau kita berjalan dalam petunjuk dan pengurapan Tuhan, maka kita pasti berhasil dan mengalami anugerah yang sangat besar dari Tuhan (Ibrani 11:1)
        2. Air yang mengalir keluar dari Bait Suci Allah mengubah padang gurun menjadi tanah yang subur (Yehezkiel 47:1-12).

Marilah kita mengambil keputusan yang sungguh-sungguh hidup dari dalam yaitu hidup yang dipimpin oleh Roh Kudus yang ada di dalam kita .


The Sermon On April

4 Hal yang Harus Menjadi Prioritas

Pembacaan Firman Tuhan:Matius 22:37-39

Hari ini kita akan belajar Firman Tuhan dengan tema: “4 Hal Yang Harus Menjadi Prioritas.” Artinya ada 4 hal yang harus menjadi prioritas dalam kehidupan kita yang harus kita lakukan.

  1. Tuhan.

    1. Alkitab menjelaskan bahwa mengasihi Tuhan harus menjadi prioritas utama dan yang pertama (Matius 22:37-38; Lukas 10:38-42).
    2. Dalam hal apa saja kita memprioritaskan Tuhan.
      1. Dalam membangun hubungan yang intim dengan Tuhan.

        1. Hanya kalau kita melekat pada Tuhan, kita bisa menghasilkan banyak buah (Yohanes 15:1-5).
        2. Murid-murid dipanggil adalah untuk menyertai, baru kemudian diutus dan diberi kuasa (Mark 3:13-15).
      2. Dalam ibadah (Keluaran 25:1-9; Ibrani 10:25).
      3. Dalam mempelajari Firman Tuhan (Hosea 4:6).
        1. Dengan mempelajari Firman Tuhan kita akan mengerti banyak pengetahuan yang sangat penting untuk hidup kita.
        2. Makin mengenal Tuhan
        3. Makin mengerti tujuan hidup yang  Tuhan kehendaki
        4. Makin mengerti langkah-langkah yang tepat untuk kita lakukan dalam hidup kita
      4. Dalam mempercayai dan mentaati Firman Tuhan (Yohanes 14:23).
        1. Lakukan semua yang diajarkan/diperintahkan Firman Tuhan.
        2. Buang semua yang dilarang oleh Tuhan.
    3. Tuhan adalah sumber segala keberhasilan dalam kehidupan kita.
      1. Kalau kita menjadikan Tuhan sebagai prioritas pertama dalam hidup kita, maka kita akan berjalan dalam kuasa dan mujizat Tuhan.
      2. Orang-orang yang melakukan hal-hal besar dalam Alkitab adalah yang mengutamakan Tuhan lebih dari segalanya.
  2. Keluarga.
    1. Prioritas yang ke-2 adalah keluarga yang Tuhan percayakan kepada kita.

      1. Mujizat pertama yang dilakukan Tuhan Yesus adalah menolong pesta perkawinan yang sedang kacau (Yohanes 2:1-11).
      2. Belajar memimpin keluarga harus lebih dahulu daripada memimpin jemaat (1 Timotius 3:1-5).
    2. Tuhan ingin setiap orang ada yang bertanggung jawab.
      1. Untuk memlihara, mendidik, melindungi/menjaga, dll.
      2. Maka, setiap kita dilahirkan dalam keluarga supaya ada yang bertanggung jawab secara khusus bagi setiap orang.
      3. Kalau setiap kita bertanggung jawab dengan keluarga kita maka semua orang akan terpelihara dengan baik dalam keluarganya masing-masing.
      4. Kalau kita mengutamakan Tuhan, maka kita pasti juga bertanggung jawab dengan keluarga yang Tuhan percayakan kepada kita.
    3. Memprioritaskan keluarga akan membuat kita:
      1. Mempererat hubungan kita dengan Tuhan.
      2. Mengalahkan godaan.
      3. Menurunkan keturunan ilahi (2 Timotius 1:5).
      4. Memiliki kebahagiaan (3 Yohanes 1:4).
      5. Melakukan segala tugas kita dengan lebih baik (1 Samuel 2:12-17; 8:1-5; Yosua 24:15).
  3. Pekerjaan.
    1. Prioritas ke-3 adalah tugas pekerjaan dimana kita ditempatkan Tuhan:

      1. Belajar bagi yang masih pelajar.
      2. Bekerja bagi yang sudah bekerja.
    2. Tuhan perintahkan setiap kita harus bekerja.
      1. Kalau kita berkata monomersatukan Tuhan, kita harus mengerjakan tugas yang Tuhan berikan dengan sebaik mungkin.
      2. Adam harus bekerja (Kejadian 2:15).
      3. Bahkan bekerja dengan rajin (Kolose 4:17; 2 Tesalonika 3:10).
    3. Tuhan perintahkan setiap kita bekerja supaya:
      1. Bisa mencukupi  biaya hidup keluarga kita.
      2. Menjalankan tugas yang Tuhan tetapkan dalam kehidupan kita.
      3. Tuhan pasti dukung kalau kita lakukan tugas yang Tuhan berikan dengan sungguh-sungguh.
    4. Keluarga, dukunglah anggota keluargamu untuk mengerjakan tugas yang Tuhan berikan.
      1. Karena kegagalannya/keberhasilannya akan menjadi bagian bagi seluruh keluarga.
      2. Contoh: Keluarga Nuh, keluarga Yosua, dll.
  4. Kesehatan.
    1. Prioritas ke-4 adalah menjaga kesehatan tubuh jiwa dan roh yang Tuhan berikan.

      1. Kalau kita menomersatukan Tuhan, maka kita harus merawat sebaik-baiknya tubuh jiwa dan roh yang Tuhan berikan kepada kita.
      2. 3 Yohanes 1:2  Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja.
      3. Tuhan Yesus mengajak murid-murid-NYA menjaga kesehatan (Markus 6:31)
    2. Tidak menjaga kesehatan bisa membuat tiga prioritas dalam hidup kita diatas kandas.
      1. Pekerjaan, keluarga, hubungan dengan Tuhan.
      2. Contoh: Elia setelah kalahkan 450 nabi Baal.
    3. Kalau kita menjaga kesehatan akan membuat kita melakukan tugas yang Tuhan berikan sampai garis finish.
    4. Tuhan Yesus.
    5. Melayani sampai garis akhir seperti Paulus (2 Timotius 4:7).
    6. Gembala Sidang kita pernah mengajarkan kita harus menjaga pola makan, pola hidup,  pola pikir dan hati kita supaya kita bisa sehat.
    7. Ulangan 34:7 Musa berumur seratus dua puluh tahun, ketika ia mati; matanya belum kabur dan kekuatannya belum hilang.

Lakukanlah 4 hal yang harus menjadi prioritas hidup kita sehingga kita mencapai hal-hal yang maksimal dalam kehidupan kita.


Angaplah Masalah Sebagai Anugrah

Selama seminar kepemimpinan hidup yang saya adakan, saya sering bertanya kepada peserta, “Siapa yang setuju dengan saya bahwa kita yang paling banyak belajar dari pengalaman kita yang paling sulit?” Tak pelak lagi, hampir setiap tangan di ruangan itu teracung. Hal ini membuat saya sering ingin tahu mengapa kita, sebagai manusia, menghabiskan bagitu banyak waktu kita untuk berfokus pada aspek negatif dari pengalaman kita yang paling sulit daripada melihat pengalaman tersebut sebagaimana adanya, sebagai guru terbesar kita.

Anda tidak akan memperoleh kebijaksanaan dan pengetahuan yang anda miliki sekarang jika bukan kerena pengalaman di masa lalu, kesalahan yang anda buat, dan penderitaan yang anda pikul. Maka, sadari bahwa rasa sakit adalah guru dan kegagalan adalah jalan menuju sukses. Anda tidak akan belajar memainkan gitar tanpa pernah melakukan kesalahan nada dan anda tidak akan pernah belajar berlayar jika anda tidak mau perahu anda terbalik beberapa kali. Mulailah melihat masalah anda sebagai Anugrah, pastikan untuk mengubah batu sandungan menjadi batu pijakan, dan berjanjilah untuk mengubah luka- luka anda menjadi kebijaksanaan.

Seperti kebanyakan orang, saya telah mengalami rasa sakit menempuh jalan hidup saya. Namun saya selalu mencoba mengingatkan diri sendiri bahwa karakter kita dibentuk bukan melalui pengalaman hidup yang paling mudah, namun melalui pengalaman hidup yang paling keras. Saat melewati waktu- waktu yang paling beratlah kita menemukan siapa diri kita yang sebenarnya dan sekaligus kepenuhan kekuatan yang berada di dalam diri kita.

Jika anda sedang menghadapi tantangan, saya menawarkan kutipan berikut ini, tulisan Rainer Maria Rilke, yang telah sangat membantu saya ketika sedang menghadapi berbagai masalah :

…………. bersabarlah dengan segala sesuatu yang tetap tidak terpecahkan di dalam hatimu. Cobalah untuk menyukai berbagai pertanyaan, seperti ruangan yang terkunci dan buku- buku yang ditulis dalam bahasa asing. Jangan mencari jawabannya sekarang. Jawaban ini tidak dapat ditemukan sekarang karena anda tidak dapat hidup dengan jawaban itu. Ini adalah pertanyaan tentang mengalami segala sesuatu. Untuk sementara, anda perlu hidup dengan pertanyaan. Mungkin secara bertahap, bahkan tanpa sadar, anda menemukan jawabannya, suatu hari nanti.

(Robin Sharma)

setelah aku membaca dan merenungi semua dalam 3 minggu ini aku mengalami hal yang sesak banget dalam hatiku sampai Tuhan mengingatkan aku Fil 4:4-8

beberapa setelah itu ketika aku berdoa Tuhan ingatkan aku tentang kisah Yusuf, Nehemia. Sungguh Luar biasa Tuhan menjaga hati dan pikiranku damai sejahtera Tuhan melingkupiku. Aku merasa memang sudah Tuhan atur untuk aku mengalami sesuatu dalam hidupku untuk rencanaNYA yang besar dalam hidupku. :)  Beberapa minggu kedepan Tuhan kasi aku peneguhan demi peneguhan dan Tuhan selalu ingatkan aku tentang Janji TUhan padaku itu yang selalu membuat aku begitu bersemangat, bergairah, sukacita melihat semua masalah yang ada. Apapun yang terjadi tetap melayani Tuhan di dalam segala sesuatu.  Semua ini juga berkat kelompok sel ku dan PKS ku yang luar biasa selalu men support aku. thx to all of u

My Desire

Saat semuanya terlihat baik- baik saja, saat itulah ada sesuatu yang sedang menjadi sorotan.

Saat semuanya begitu aman, saat itulah sedang dalam pengintaian, so waspadalah, berjaga- jagalah.

Saat semuanya begitu nyaman, tenang, saat itu mulai lah berpikir untuk mempersiapkan sesuatu hal yaitu “KERINDUANMU”

pasang strategi, buat rencana, doakan………..

Aku bersyukur 13 hari di kota Jogja, Solo, Semarang bukan suatu kebetulan bagiku. Tuhan membawa aku ke tiga kota itu, untuk menangkap spirit (sesuatu yang akan memberi aku inspirasi, support,pokoknya sesuatu yang akan memberkati aku, mengajariku akan kehidupan ini)

Alhasil………………akhirnya aku tau sebuah rencana Tuhan yang BESARRRRR bahkan SANGATTTTT BESAARRRR dalam hidupku yang berkaitan dengan vision yang aku tangkap.  Saat itu aku g’ bisa berbica apa” tidak bisa tergambarkan bagaimana rasa terharuku, bahagiaku, sukacitaku.

Aku hanya bisa berkata………………………..

Lord……………. imissssssssss U soooo Much, Lov U Much

ini aku milik kepunyaanMU.

Persiapan” yang direncanakan Tuhan bagiku emmm…klo boleh aku mengakatan seperti puzzle, yah….emang seperti itu setiap hari TUhan memberi potongan” Puzzle itu untuk aku belajar, belajar peka, belajar banyak hal. Aku melihat jelas jalan itu, sungguh aku merasakannya. Hidup ini SANGAT INDAH. Yang mana suatu saat aku akan melihat puzzle itu tersusun rapi lengkap, sempurna untuk kemuliaanNYA.

Banyak hal yang aku temukan….

Banyak hal yang aku tangkap….

Banyak hal yang aku pelajari….

Banyak hal yang aku resapi….

Banyak Hal yang aku ingin bagikan….

TanpaMu aku tidak mampu, bri aku kekuatan untuk bisa melewati semua yang Engkau ijinkan dalam hidupku ( dalam suka dan dalam duka)

aku butuh arahanMU Tuhan………..Tolong aku, Bantu aku….

Melakukan perkara- perkara yang besar, Luar Biasa u/ Mu.

KotBah III

Mempersembahkan dan Menjadi yang Terbaik

Hari ini kita akan belajar Firman Tuhan dengan tema: “Mempersembahkan dan Menjadi yang Terbaik.”

  1. Allah kita adalah Allah yang terbaik.

    1. Daud berkata dalam 2 Samuel 7:22 Sebab itu Engkau besar, ya Tuhan ALLAH, sebab tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada Allah selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami.
    2. Allah juga ingin kita sebagai anak-anakNYA menjadi yang terbaik seperti Bapa kita di sorga.
  2. Allah selalu ingin melakukan dan mempersembahkan yang terbaik.
    1. Allah menciptakan kita sebagai ciptaan-NYA yang terbaik di dunia ini (Kejadian 1:26).
    2. Allah menempatkan kita di tempat yang terbaik (Kejadian 2:15).
    3. Allah selalu ingin memberikan kepada kita yang terbaik (Mazmur 147:14; Roma 8:32; Yohanes 3:16).
    4. Allah juga ingin kita anak-anak-NYA melakukan dan mempersembahkan yang terbaik.
      • Isteri (Efesus 5:22); Suami (Efesus 5:25); Hamba-hamba (Kolose 3:22-23); (Pengkhotbah 9:10).
  3. Melakukan dan mempersembahkan yang terbaik akan menjadi yang terbaik.
    1. Orang-orang yang melakukan dan mempersembahkan yang terbaik akan menjadi yang terbaik.

      • Yusuf, Daniel.
      • Daud (1 Tawarikh 22:5; 1 Tawarikh 25:7)
      • Salomo (1 Raja 10:4-6)
    2. Tuhan sedang perintahkan gereja kita untuk melakukan dan mempersembahkan yang terbaik.
      • Kita sedang meminta petunjuk Tuhan langkah-langkah apa yang perlu kita kerjakan saat ini karena pembangunan gedung gereja, radio, televisi, sekolah sudah kita lakukan.
      • Tetapi kita merasa Tuhan berkata lebih baik semua yang sudah Tuhan berikan dibangun sebaik mungkin sehingga orang-orang akan berbondong-bondong datang dan gereja kita mengalami kegerakan Allah yang besar.
    3. Maka kita akan melakukan dan mempersembahkan yang terbaik dalam gereja kita di segala bidang.
      • Di pelayanan radio, televisi, sekolah, media, departemen, ibadah, dll.
      • Contoh: melakukan dan mempersembahkan yang terbaik dalam ibadah.
        1. Di tempat parkir, penerima tamu, kebersihan, ketertiban, pujian penyembahan, Firman, doa, dll. semuanya dilakukan sebaik mungkin sampai orang yang datang berkata: “Wah luar biasa, saya sangat diberkati!”
        2. Maka setelah mereka pulang akan bercerita pada banyak orang sehingga setiap minggu makin banyak orang yang berbondong-bondong datang.
      • Kita bersyukur banyak hal yang sedang dilakukan dalam gereja kita untuk meningkatkan pelayanan supaya kita bisa mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan.

        1. Ujian Buku Pedoman gereja kita.
        2. Melengkapi pelayanan dengan handphone SMART.
    4. Bagaimana jemaat bisa mendukung untuk melakukan dan mempersembahkan yang terbaik dalam gereja kita?
      • Mendukung ibadah dengan doa dan puasa.
      • Memberi persembahan yang bersih dan rapi.
      • Datang tidak terlambat.
      • Menghormati Tuhan, tidak ngobrol sendiri/ribut.
      • Berdoa dan memuji Tuhan dengan sungguh-sungguh.
      • Mengamini Firman Tuhan yang dikhotbahkan.
      • Tidak mendahului pulang sebelum selesai doa berkat.
      • Keluar dari tempat parkir dengan teratur.
      • Mendukung doa bagi gereja, hamba-hamba Tuhan dan semua jemaat di gereja kita.
      • Memiliki penundukan diri dan ketaatan untuk membangun kesatuan dalam gereja kita, dll.
  4. Setiap kita bisa mempersembahkan dan menjadi yang terbaik.
    1. Baik orang kaya/miskin, berpendidikan tinggi/rendah, orang muda/tua, semuanya bisa mempersembahkan dan menjadi yang terbaik.
    2. Kalau kita mempersembahkan dan menjadi yang terbaik, maka kita akan menerima yang terbaik.

Marilah kita mempersembahkan yang terbaik dalam setiap hal yang kita lakukan sehingga kita bisa menjadi yang terbaik.


kotBah II

DOA YANG PENUH KUASA - BAGIAN KEDUA

Hari ini kita masih akan melanjutkan belajar Firman Tuhan masih dengan tema: “Doa yang penuh Kuasa.”

  1. Doa disertai puasa.

    1. Doa disertai puasa lebih besar kuasanya (Matius 17:21).
    2. Doa yang disertai puasa akan membuat kita memiliki hati yang lapar dan haus akan Tuhan.
      • Tuhan menjawab hati yang lapar dan haus akan Tuhan (Matius 5:6).
    3. Contoh:
      • Yosafat (2 Taw 20:3).
      • Ester (Ester 4:16).
      • Bangsa Niniwe (Yunus 4:3-10).
  2. Doa disertai bernazar.
    1. Ada kuasa dalam doa yang disertai bernazar.

      • Mazmur 61:6 Sungguh, Engkau, ya Allah, telah mendengarkan nazarku, telah memenuhi permintaan orang-orang yang takut akan nama-Mu.
      1. Contoh: Yefta (Hakim 11:30); Bangsa Israel (Bilangan 21:2-3).
    2. Apalagi bernazar yang hasilnya akan dipersembahkan untuk Tuhan. Contoh:
      • Hana (1 Samuel 1:11).
      • Yakub (Kejadian 28:20-22).
  3. Doa dalam Roh Kudus (Yudas 1:20).
    1. Berdoa dalam Roh Kudus artinya berdoa dalam pimpinan Roh Kudus, berdoa dalam bahasa Roh Kudus, atau berdoa dalam pengurapan Roh Kudus, dll.
    2. Roh Kudus membantu kita saat kita tidak tahu bagaimana kita harus berdoa (Rom 8:26-27).
  4. Doa dengan menggunakan otoritas.
    1. Otoritas sebagai anak Tuhan (Yohanes 1:12-13).

      1. Dalam bahasa aslinya (bahasa Yunani), kata ‘kuasa’ dalam Yoh 1:12 ini berasal dari kata ‘exousia’. Jadi lebih tepat kalau diterjemahkan sebagai ‘otoritas’.
      2. Kita harus gunakan otoritas yang Tuhan berikan kepada kita dalam doa. Kalau kita tidak gunakan, maka otoritas itu tidak akan berfungsi.
        • Contoh: Perwira Kapernaum (Matius 8:5-13).
        • Doa peperangan.
    2. Otoritas dengan menggunakan nama Yesus.
      1. Kalau kita berdoa kepada Allah Bapa dalam nama Tuhan Yesus, maka doa kita akan dikabulkan (Yohanes 16:23-24).
      2. Contoh: seperti cek yang ditandatangani Tuhan Yesus.
    3. Kalau kita berdoa kepada Tuhan Yesus dalam nama Tuhan Yesus, maka Tuhan Yesus akan melakukannya (Yohanes 14:13-14).
    4. Kalau kita mengusir setan/penyakit dalam nama Tuhan Yesus, maka doa kita itu penuh kuasa.
    5. Kisah 3:1-8 Menyembuhkan dalam nama Yesus
      1. Sebab kalau kita menyampaikan perintah atas nama raja, maka sesungguhnya kita sedang membawa wibawa, kehormatan, kuasa dari raja itu. Begitu juga kalau kita berdoa dalam nama Yesus, kita sedang membawa wibawa / kuasa Tuhan Yesus.
    6. Inilah sebabnya doa-doa kita selalu ditutup dalam nama Yesus karena ada kuasa di dalam nama Yesus.
  5. Doa yang tidak jemu-jemu (Lukas 18:1-8).
    1. Tuhan Yesus mengajar kalau kita berdoa, berdoalah dengan tidak jemu-jemu (Lukas 18:1-8).

      • Kalau janda ini jemu dan bosan untuk berdoa, maka ia tidak pernah mendapat apa yang ia inginkan.
    2. Doa yang tidak jemu-jemu adalah doa yang bertahan dalam waktu yang cukup lama.
      • Artinya : tidak cukup 1 - 2 kali saja berdoa tetapi harus terus-menerus berdoa sampai doa itu dikabulkan.
      • Karena ada doa yang baru beberapa waktu sudah dijawab oleh Tuhan, tetapi ada juga doa yang sampai bertahun-tahun baru dijawab oleh Tuhan.
      • Contoh: Waktu Daniel berdoa minta pengertian, Allah sudah mengirim malaikatnya untuk menjawab doa Daniel, tapi ada penguasa-penguasa di udara yang berusaha menghalangi, untung Daniel tetap tekun berdoa sehingga Allah mengutus Mikhael untuk membantu dan malaikat itu bisa datang dan membawa jawaban doa pada Daniel (Dan 10:12-14).
      • Contoh: Telur ayam dierami 21 hari, air yang melubangi batu.
    3. Berdoalah dengan tidak jemu-jemu sehingga akhirnya kita menerima apa yang kita doakan kepada Tuhan. Contoh:
      • Tetapi jangan untuk hal-hal yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan/yang tidak baik.

Marilah kita sungguh-sungguh membangun kehidupan doa kita dengan doa yang penuh kuasa sehingga kita sungguh-sungguh mengalami kuasa dan anugerah Tuhan melalui kehidupan doa kita.


KotBah I

DOA YANG PENUH KUASA - BAGIAN PERTAMA

Pembacaan Firman Tuhan: Lukas 18:9-14
Minggu yang lalu kita didorong oleh Firman Tuhan untuk meningkatkan kehidupan doa kita. Hari ini kita akan belajar “Doa Yang Penuh Kuasa” sehingga kita bisa meraih kesempatan-kesempatan yang Tuhan janjikan untuk tahun 2009 ini melalui terobosan doa yang kita lakukan.

  1. Doa dengan Kerendahan Hati (Lukas 18:9-14).

    • Mengapa harus berdoa dengan kerendahan hati?
    1. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan (ay. 14b).
    2. Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihi orang yang rendah hati (Yak 4:6).
    3. Doa dengan kerendahan hati membuat hati Allah tergerak untuk menjawab doa umatNya (2 Taw 7:14).
      • Contoh: Doa puasa bangsa Niniwe (Yunus 4:3-10).
  2. Doa dengan iman (Markus 11:24).
    1. Doa dengan iman adalah doa yang belum kelihatan jawabannya, tetapi percaya sudah mendapatkannya.
    2. Kalau kita berdoa meminta sesuatu kepada Tuhan, mintalah dengan iman, dan sama sekali jangan bimbang, karena orang yang berdoa dengan bimbang tidak akan menerimanya dari Tuhan (Yak 1:5-8).
    3. Karena iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan (Ibr 11:1).
      • Artinya tanpa iman kita tidak bisa menerima apa yang kita harapkan/doakan, maka kita harus berdoa dengan iman.
      • Contoh: Perempuan Kanaan (Matius 15:21-28); Perwira Kapernaum (Matius 8:5-13).
  3. Doa menurut Kehendak Allah (1 Yoh 5:14).
    1. Mengapa kita berdoa, tetapi tidak menerima apa-apa? Karena kita salah dalam berdoa. Meminta/berdoa hanya untuk memuaskan hawa nafsu hati ( Yak 4:1-3 ).
    2. Jangan berdoa untuk hal-hal yang dilarang oleh Firman Tuhan.
      • Contoh: supaya bisa mencuri miliknya orang lain, mempermalukan orang lain dll. karena hal itu tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.
    3. Tetapi berdoalah untuk hal-hal yang baik.
      • Contoh: supaya bisa selamatkan orang lain, berdoa untuk keluarga/PKS/anggota sel supaya semua hidup dalam kekudusan dan mendapat kasih karunia Allah, berdoa untuk pekerjaan supaya kita bisa diberkati dan menjadi berkat dan untuk jiwa-jiwa baru yang sudah kita tulis dalam kartu penuai, dll.
      • Contoh: Doa murid-murid (Kisah 4:24-31); Doa Yabes (1 Taw 4:10); Salomo (1 Raja 3:6-10).
  4. Doa dengan kesehatian (Matius 18:19).
    1. Kalau tidak ada kesehatian:

      • Akan mempersulit Tuhan untuk menjawab doa kita.
      • Akan membuat Tuhan tidak mau memberi sebab kalau diberipun akan menjadi sia-sia.
      • Contoh: tempat minyak yang retak, berkat yang tidak bisa dinikmati.
    2. Doa dengan kesehatian:
      • Akan membuat Tuhan akan membuat doa kita lebih mudah dikabulkan Tuhan (Mazmur 133:1-3).
      • Contoh:  Yosafat (2 Tawarikh 20:1-4; 13).
  5. Doa dengan sungguh-sungguh (Yakobus 5:17-18).
    1. Doa dengan sungguh-sungguh ini bisa kita petik dua pelajaran:

      • Sungguh-sungguh berdoa.
      • Doa adalah komunikasi kita dengan Tuhan, tetapi kadang-kadang doa kita tertuju kepada orang-orang di sekitar kita.
    2. Doa dengan semangat/antusias/penuh ekspresi.
      • Contoh: 2 orang buta yang berdoa dengan semangat, doa orang-orang Korea.
Marilah kita meningkatkan kehidupan doa kita dan doa yang penuh kuasa sehingga kita bisa mengalami terobosan dalam doa-doa kita.

LIBURAN

Finally……….im back to jakarta. ya kembali ke aktivitas- aktivitasku. selama 23 hari aku pulang ke Batam itu cukup puas bangetttt.melepas semua kerinduanku (ya iya lah…..setahun sekali aku pulang) kebayang g  kangennya macem mana tu…oouuhh Begitu aku landing di jakarta hujan mengguyur badan pesawat,adem..sejenak aku berpikir duh………..koq hujan enggak ingat aja klo di Batam cerah- cerah aja ah jadi keingat suasana dirumah ni. Yang jelas selama aku liburan ke Batam jalan- jalan nya puas lah. ke Jembatan barelang ( ada 8 jembatan emm… golden Gates nya Batam) yang menghubungan banyak pulau2  kecil di batam.Btw mo dibangun Hotel apa apartement ‘yaknya di atas laut situ sekitar jembatan barelang itu tapi aku kurang jelas jembatan ke berapa. emmm… trus maen ke pantai Melayu yang indah….anginya yang syurrrrr asyikkk banget, trus shopping 2 lah. Banyak peristiwa yang menjadi kenangan di sana. Yang jelas Batam semakin Maju, Perkembangan kotanya semakin pesat.Tapi jujur aja banyak tempat dibatam yang punya kenangan2 tersendiri buatku. Jujur menarik klo kita kesana. Terutama ke pulau- pulau kecilnya klo sempat…. pelayannan ke sana banyak anak- anak yang kita bisa berbagi kasih sama orang- orang terpencil di sana suku- suku disana( nama- nama pulaunya aku lupa, g familiar buatku). ooowwwkkeeehhh deh laen kesempatan aku liburan lagi.

DAMPAK & HIKMAT KETIDAKJUJURAN (Perasaanku….)

Kadang kala aku merasa setiap kejadian yang berlalu yang tidak mengenakan dalam hidupku mempermainkanku…………, aaaahhhh…. buang pikiran itu jauh- jauh (Berpikirlah positif Mes……,OOwwwkkkeyyy) !! perasaanku campur aduk..

Gak…gak aku ralat, mungkin pikiran itu terbelesit kecil karna awalnya aku tidak bisa terima apa yang aku alami dari perlakuan temanku, dan ini manusiawi.Hiks….hiks…… jujur saat ini hatiku dilain sisi merasa sedih dilain sisi ……ahhhhh gak.. aku harus kuat !!

Semalaman perasaanku hancurrrrr…… emang penyalidikanku membuahkan hasil, logika dan perasaanku main yang semula sempat g ada kejelasan dari analisaku, bingung. Tidak mengira, seseorang teman yang aku percayai tega mempermainkan hatiku, sikapku, kepercayaanku………..

Semalam sampai hari ini aku gak bisa ngomong apa- apa,,,,,,hening…..sementara aku merenung semua ini (……….dalam hati kecilku berkata “APA MAKSUD KAMU???????” melakukan semua ini

Dah lah…Lupakan semuanya…..tetap sabar……….tenang……… aku gak mau kehilangan damaisejahtera itu, tetap semangat Messs… walau kadangkala kenyataannya sangattttt menyakitkan hatiku…..aaakkkhhhhh…

Emang betul perjalanan hidup ini ga’ mudah aku harus tetap trus mengandalkanNYA, Melihat DIA, Mempersilahkan Tuhan campur tangan dalam setiap langkah- langkahku, keputusan- keputusanku, pilihanku, HIDUPKU………Tetap BERJUANG Apa yang pantas untuk diperjuangkan, yang PENTINGGG untuk diperjuangkan (sehingga ga’ buang- buang waktu)

Aku banyak belajar dari kejadian ini. Ada point- point yang aku renungi pelajari dari kejadian ini. Untuk pengembangan diriku yang baik untuk peningkatan kualitas hidupku supaya menjadi berkat. Memaksimalkan semua yang sudah Tuhan bri dan taruh dalam hidupku sejak dari semula.

Tuhan…….aku tau hidup ini adalah proses, suatu perubahan untuk menjadi lebih baik.

Tuhan aku tau bahwa KAU tau Kerinduanku yang besarrr ini, aku percaya saatnya aku pasti mendapatkan semuanya yang terbaik dengan waktu- waktuMU, cara- caraMU, tujuan- tujuanMU. Amin

The Intimate Conclave

Betapa BesarKasih AnugrahMu Tuhan. Aku sadar dari dulu sampai sekarang KaryaMU Sangattt Ajaib terjadi didalam hidupku…..

Kau menenunku ketika aku masih bakal anak. Tuhan aku sangattt bersyukur atas Rajutan- rajutanMU yang KAU Rajut dalam Hidupku….

Di dalam Kesendirianku didalam relung hatiku yang palingggg dalammm…

Aku melihat, Merasakan KehadiranMu yang penuh Kasih, ada Keindahan, ada Ketenangan…..

Kau memandangku dengan tersenyum yang melebihi Indahnya Pelangi….

Kau menatapku dengan penuh ketenangan yang melebihi tenangnya, sunyinya suasana di tengah malam……

Woooww…. Saat itu Damai Sejahtera menghampiriku…

Terlihat dari senyumanMU…… TatapanMu…..yang penuh arti…..

Senyuman dan TatapanMu berbicara pada pribadiku….. yang mewakili semua KemurahanMU, KetulusanMU, KedasyatanMU…….

Hidupku….

Hidupku……..

Seluruh Hidupku MilikMu, Hanya MilikMu…..

Aku ini MilikMu Bapa……..

Kaulah Sang Penjunanku yang Sejati dan aku Bajana Tanah LiatMU…

Abba Father come into the empty spaces of my broken places

Remake Me………..

Renew Me… Lord….

-This is My Intimate conclave -

« Previous entries